Selasa, 20 Maret 2012

1.Konsep Sehat

Konsep mengenai apa itu sehat atau kesehatan yang ternyata memiliki konsep yang berbeda – beda sehingga berimplikasi pada perilaku yang berbeda-beda pula dalam upaya menangani penyakit maupun supaya tetap sehat. Selain itu dipaparkan mengenai sejarah kesehatan mental yang didalamnya juga menandai berbagai pandangan masyarakat mengenai apa yang dimaksut dengan gangguan atau sakit mental. Berbagai pandangan tersebut berakibat pada beragamnya penanganan terhadap orang yang dianggap sakit secara mental.
Dibawah ini penjelasan mengenai konsep sehat :
1.      Kondisi secara spiritual           :  Kesadaran diri terhadap agama
2.      Kondisi secara Emosi               :  Mampu mengolola emosi
3.      Kondisi secara intektual           :  Mampu mengaktualkan pontensi-pontesi yang dimiliki
4.      Kondisi secara Fisik                :  
5.      Kondisi secara social               :  Dapat mengikuti kebiasaan- kebiasaan social
6.       
2. Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental

Zaman Prasejarah

Manusia purba sering mengalami gangguan mental atau fisik, seperti infeksi, artritis, dll.

Zaman peradaban awal

Phytagoras (orang yang pertama memberi penjelasan alamiah terhadap penyakit mental)
Hypocrates (Ia berpendapat penyakit atau  gangguan otak adalah penyebab penyakit mental)
Plato (gangguan mental sebagian gangguan moral, gangguan fisik dan sebagiaan lagi dari dewa dewa).

Zaman Renaissesus

Pada zaman ini di beberapa negara Eropa, para tokoh keagamaan, ilmu kedokteran dan filsafat mulai menyangkal anggapan bahwa pasien sakit mental tenggelam dalam dunia tahayul.

Era Pra Ilmiah

1. Kepercayaan Animisme : Sejak zaman dulu gangguan mental telah muncul dalam konsep primitif, yaitu kepercayaan terhadap faham animisme bahwa dunia ini diawasi atau dikuasai oleh roh-roh atau dewa-dewa. Orang Yunani kuno percaya bahwa orang mengalami gangguan mental, karena dewa marah kepadanya dan membawa pergi jiwanya. Untuk menghindari kemarahannya, maka mereka mengadakan perjamuan pesta (sesaji) dengan mantra dan kurban.


2.  Kepercayaan Naturalisme : Suatu aliran yang berpendapat bahwa gangguan mental dan fisik itu akibat dari alam. Hipocrates (460-367) menolak pengaruh roh, dewa, setan atau hantu sebagai penyebab sakit. Dia mengatakan, Jika anda memotong batok kepala, maka anda akan menemukan otak yang basah, dan mencium bau amis. Tapi anda tidak akan melihat roh, dewa, atau hantu yang melukai badan anda.Seorang dokter Perancis, Philipe Pinel (1745-1826) menggunakan filsafat polotik dan sosial yang baru untuk memecahkan problem penyakit mental. Dia terpilih menjadi kepala Rumah Sakit Bicetre di Paris. Di rumah sakit ini, pasiennya dirantai, diikat ketembok dan tempat tidur. Para pasien yang telah di rantai selama 20 tahun atau lebih, dan mereka dianggap sangat berbahaya dibawa jalan-jalan di sekitar rumah sakit. Akhirnya, diantara mereka banyak yang berhasil, mereka tidak lagi menunjukkan kecenderungan untuk melukai atau merusak dirinya.


Era Modern

Perubahan luar biasa dalam sikap dan cara pengobatan gangguan mental terjadi pada saat berkembangnya psikologi abnormal dan psikiatri di Amerika pada tahun 1783. Ketika itu Benyamin Rush (1745-1813) menjadi anggota staf medis di rumah sakit Pensylvania. Di rumah sakit ini ada 24 pasien yang dianggap sebagai lunatics (orang gila atau sakit ingatan). Pada waktu itu sedikit sekali pengetahuan tentang penyebab dan cara menyembuhkan penyakit tersebut. Akibatnya pasien-pasien dikurung dalam ruang tertutup, dan mereka sekali-kali diguyur dengan air.

Rush melakukan suatu usaha yang sangat berguna untuk memahami orang-orang yang menderita gangguan mental tersebut melalui penulisan artikel-artikel. Secara berkesinambungan, Rush mengadakan pengobatan kepada pasien dengan memberikan dorongan (motivasi) untuk mau bekerja, rekreasi, dan mencari kesenangan.


Pada tahun 1909, gerakan mental Hygiene secara formal mulai muncul. Perkembangan gerakan mental hygiene ini tidak lepas dari jasa Clifford Whitting Beers (1876-1943) bahkan karena jasanya itu ia dinobatkan sebagai The Founder of the MentalHygiene Movement.
Dia terkenal karena pengalamannya yang luas dalam bidang pencegahan dan pengobatan gangguan mental dengan cara yang sangat manusiawi.


Secara hukum, gerakan mental hygiene ini mendapat pengakuan pada tanggal 3 Juli 1946, yaitu ketika presiden Amerika Serikat menandatangani The National Mental Health Act., yang berisi program jangka panjang yang diarahkan untuk meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat.

Bebarapa tujuan yang terkandung dalam dokumen tersebut meliputi

1.Meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat Amerika Serikat, melalui penelitian, investigasi, eksperimen, penayangan kasus-kasus, diagnosis, dan pengobatan.

2.Membantu lembaga-lembaga pemerintah dan swasta yang melakukan kegiatan penelitian dan meningkatkan koordinasi antara para peneliti dalam melakukan kegiatan dan mengaplikasikan hasil-hasil penelitiannya.

3.Memberikan latihan terhadap para personel tentang kesehatan mental.

4.Mengembangkan dan membantu negara dalam menerapkan berbagai metode pencegahan, diagnosis, dan pengobatan terhadap para pengidap gangguan mental.

            Pada tahun 1950, organisasi mental hygiene terus bertambah, yaitu dengan berdirinya National Association for Mental Health. Gerakan mental hygiene ini terus berkembang sehingga pada tahun 1975 di Amerika terdapat lebih dari seribu perkumpulan kesehatan mental. Di belahan dunia lainnya, gerakan ini dikembangkan melalui The World Federation forMental Health dan The World Health Organization. 



      RANGKUMAN

Sejarah kesehatan mental merupakan cerminan pandangan masyarakat terhadap gangguan mental dan perlakuan yang diberikan. Ada beberapa pandangan masyrakat terhadap gangguan mental didunia barat, antara lain :
1.      Akibat kekuatan supranatural
2.      Dirasuki oleh roh atau setan
3.      Dianggap memliliki cara berpikir irasional
4.      Dianggap sakit
5.      Merupakan reaksi terhadap tekanan atau stres merupakan perilaku maladaptif






DAFTAR PUSTAKA

Syamsu Yusuf. 2009. Mental Hygiene. Bandung : Maestro.
Siswanto. S.Psi. Msi 2007.Kesehatan mental.Yogyakarta: Andi.


3. Kepribadian Erikson Dan Freud

Jelaskan bagaimana pribadi seseorang dapat berkembang  !
a.         Menurut teori perkembangan kepribadian Erikson.
Seperti yang telah kita ketahui, perkembangan berlangsung melalui tahapan. Konsep-konsep erikson yang sudah tidak asing lagi akan kita uraikan, seperti berikut.
1.    Kepercayaan dasar Vs Kecurigaan dasar
Kepercayaan dasar yang paling awal terbentuk selama tahap semsorik-oral dan ditunjukan oleh bayi lewat kepastiannya. Situasi yang menimubulkan kenyaman membuat kepercayaan bayi sekaligus bisa membuat kecurigaan bayi. Perbandingan antara kepercayaan dasar dan kecurigaan dasar  mengakibatkan tumbuhnya pengharapan. Tahap kehidupan bayi ini merupakan tahap ritualisasi numinous. Yang dimaksudkan oleh Erikson  dengan numinous adalah perasaan bayi akan kehadiran ibu sehingga bayi tidak memiliki perasaan keterasingan atau merasa abandonment (dibuang).
2.    Otonomi Vs Perasaan malu dan Keragu-raguan
Tahap muskular-anal dalam skema psikoseksual, dimana anak mempelajari apakah yang diharapkan dari dirinya, apakah kewajiban-kewajibanya dan hak-haknya yang disertai apakah pembatasan-pembatasan yang dikenakan pada dirinya. Sehingga anak didorong untuk mengalami situasi-situasi yang menuntut otonomi dalam melakukan pilihan bebas. Penanaman rasa malu secara berlebihan akan menimbulkan anak tidak memiliki rasa kepercayaan diri.
3.    Inisiatif Vs Kesalahan
Tahap lokomotor-genital dalam skema psikoseksualitas ialah tahap inisiatif, suatu masa untuk penguasaan dan tanggung jawab. Selama tahap ini anak menampilkan diri lebih maju dan lebih seimbang secara fisik maupun kejiwaan. Bahayanya dalam tahap ini adalah perasaan bersalah dimana ketidakmampuan anak dalam menyelesaikan tujuan-tujuannya.
4.    Kerajinan Vs Inferioritas
Pada tahap ini anak harus belajar mengontrol imajinasinya yang sangat kaya dan mulai menempuh pendidikan formal. Ia mengembangkan suatu sikap rajin dan mempelajari yang dihasilkan dari ketekunan dan kerajinan. Setelah ia mengembangkan kecerdasan, perlu mencegah timbulnya inferioritas dan regresi eg0 (kemunduran ego) artinya adanya perasaan rendah diri dan kekanak-kanakan.
5.    Indentitas Vs Kekacauan identitas
Selama masa adolesen ini, individu mulai merakan suatu perasaan tentang identitas dirinya, perasaan dimana ia adlah manusia yang unik, siap memasuki peranan dalam masyarakat. Karena peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa menimbulkan perubahan sosial dan historis dilain pihak, sehingga mengakibatkan kekacauan identitas. Istilahnya krisis identitas.
6.    Keintiman Vs Isolasi
Dalam tahap ini, orang-orang dewasa awal (young adults) siap dan ingin menyatukan identitasnya dengan orang lain. Menginginkan adanya hubungan yang intim dan akrab. Misalnya dalam arti sosial dimana genitalitas membutuhkan seseorang dan dicintai untuk hubungan seksual sehinngga mempunyai suatu hubungan kepercayaan. Bahaya dalam keintiman yaitu isolasi, perasaan perlu membuat pilihan-pilihan yang berkaitan dengan masalah-masalah kepribadian.
7.    Generativitas Vs Stagnasi
Tahap generativitas adalah perhatian terhadap apa yang dihasilkan-keturunan, produk-produk, ide-ide dsb. Apabila generativitas lemah atau tidak diungkapkan maka kepribadian akan mundur, dan mengalami pemiskinan serta stagnasi (berhenti ditempat).
8.    Integritas Vs Keputusan
Tahap terakhir dalam proses epigenetic perkembangan tersebut dinamakan integritas. Integritas ialah suatu keadaan yang dicapai seseorang setelah berhasil menyesuaikan diri dengan keberhasilan-keberhasilan dan kegagalan-kegagalan dalam hidup. Lawannya adalah keputusan dimana ia perlu menghadapi perubahan-perubahan siklus kehidupan individuterhadap kondisi-kondisi sosial dan sejarah, belum lagi kefanaan (ketidak abadian) hidup menghadapi kematian.

b.               Menurut teori perkembangan kepribadian Freud.
Sigmund frued (1856 – 1939 ), seorang  dokter dari Wina , merumuskan sudut pandang Psikoanalisis, yang memandang  perkembangan sebagai hal yang dibentuk oleh daya- daya tidak sadar yang memotivasi perilaku manusia. Psikoanalisis yang  dikembangkan Frued, berupaya untuk memberikan para pasien wawasan (insight) ke dalam konflik – konflik emosional yang tidak sadar dengan menanyakan mereka berbagi pertanyaan  yang dirangcang untuk mengungkap ingatan- ingatan terkubur.
Frued (1953,1964a,1964b) meyakinin bahwa meyakini bahwa manusia dilahirkan oleh dorongan – dorongan biologis yang harus diarahkan ulang untuk membuatnya bisa hidup dimasyarakat. Ia mengajukan tiga bagian kepribadian yang hipotesis : id, ego dan , superego. Bayi yang baru lahir  dikendalikan oleh id yang berkerja dibawah prinsip kesenangan  (pleasure principle) dorongan untuk mencari kepuasan kebutuhan dan hasrat dengan segera. Ketika kepuasan tertunda , sebagaimana ketika bayi harus menunggu untuk diberikan makan, mereka mulai memandang dirinya terpisah dari dunia luar. Ego,  yang merepresentasikan penalaran berkembang secara bertahap selama setahun pertama kehidupan atau berikutnya dan berkerja dibawah prinsip kenyataan ( reality principle). Tujuan ego adalah menemukan cara yang realitis untuk memuaskan id yang dapat diterima superego.

4. Keperibadian Sehat

Apa itu kepribadian yang sehat ? sampai sekarang kita hanya menggambarkan apakah yang bukan kepribadian yang sehat .
Berikut ini tujuh kriteria dari Allport tentang sifat – sifat khusus kepribadian yang sehat :
1.      Perluasan Perasaan Diri

Ketika orang menjadi matang, ia mengembangkan perhatian – perhatian diluar diri. Tidak cukup sekedar berinteraksi dengan sesuatu atau sesorang diluar diri. Lebih dari itu , ia harus memiliki partisipasi yang lasung dan penuh ,yang oleh Allport disebut “partisipasi otentik”.
Dalam pandangan Allport aktivitas yang harus dilakukan harus cocok dan penting , atau sungguh berarti bagi orang tersebut .jika menurut kita perkerjaan itu penting ,mengerjakan perkerjaan itu sebaik-baiknya akan membuat kita merasa enak ,dan berarti kita menjadi partisipan otentik. Hal ini akan memberikan kepuasan bagi diri kita.
            orang yang semakin terlibat sepenuhnya dengan berbagai aktivitas, orang atau ide,ia akan lebih sehat secara psikologis. Hal ini berlaku bukan hanya untuk perkerjaan,melainkan juga hubungan dengan keluarga dan teman , kegemaran, dan keanggotan dalam politik, agama dan sebagainya.

2.      Relasi Sosial yang Hangat

Allport membedakan dua macam kehangatan dalam hubungan dengan orang lain, yaitu, kapasitas untuk mengembangkan keintiman dan untuk merasa teharu.
Orang yang sehat secara psikologis mampu mengembangkan relasi intim dengan orang tua , anak, pasangan dan sahabat. Ini merupakan hasil dari perluasan diri dan perasaan identitas diri yang berkembang dengan baik.

 Jenis kehangatan yang lain, yaitu perasaan terharu ,merupakan hasil pemahaman terhadap kondisi dasar manusia dan perasaan kekeluargaan dengan semua bangsa. Orang sehat memiliki kapasitas untu k memahami kesakitan, penderitaan, ketakutan, dan kegagalan yang merupakan ciri kehidupan manusia.

Hasil dari empati semacam ini adalah kesabaran terhadap tingkah laku orang lain dan tidak cenderung mengadili atau menghukum. Orang sehat dapat menerima kelemahan manusia , dan mengetahui dirinya juga memiliki kelemahan, sebaliknya orang yang neurotis tidak mampu bersabardan memahami sifat universal pengalaman – pengalaman dasar manusia.

3.      Keamanan Emosional

Kualitas utama manusia sehat adalah penrimaan diri. Mereka menerima semua segi keberadaan mereka, termasuk kelemahan- kelemahan dengan tidak menyerah secara pasif terhadap kelemahan tersebut.
           
Selain itu, kepribadian yang sehat tidak tertawan oleh emosi – emosi mereka, dan tidak berusaha bersembunyi dari emosi – emosi itu. Mereka dapat mengendalikan emosi, sehingga tidak mengganggu hubungan antarpribadi. Pengendaliannya tidak dengan cara ditekan , tetapi diarahkan ke dalam saluran yang lebih konstruktif.

4.      Persepsi Realistis
Orang – orang yang sehat memandang dunia secara objektif. Sebaliknya orang- orang neurotis kerapkali memahami realitas disesuaikan dengan keinginan, kebutuhan , dan ketakutan mereka sendiri. Orang sehat memahami realitas sebagaimana adanya.
5.      Keterampilan dan Tugas

Kotmitmen pada orang sehat atau matang begitu kuat, sehingga sanggup menenggelamkan semua pertahanan ego. Dedikasi terhadap perkerjaan berhubungan dengan rasa tanggung jawab dan kelasungan hidup yang positif.

Perkerjaan dari tanggung jawab memberikan arti dan perasaan kontinuitas untuk hidup.  Tidak mungkin mencapai kematangan dan kesehatan psikologis tanpa melakukan perkerjaan yang penting dan melakukannya dengan dedikasi, komitmen  dan keterampilan.

6.      Pemahaman Diri

Untuk mencapai pemahaman diri yang memadai dituntut pemahaman tentang dirinya , menuntut keadaan sesungguhnya. Jika gambaran diri yang dipahami semakin dekat dengan keadaan yang sesungguhnya , individu tersebut semakin matang. Orang yang sehat terbuka pada pendapat orang lain dalam merumuskan gambaran diri yang objektif.
Orang yang memiliki objektifitas terhadap diri tak mungkin memproyeksikan kualitas pribadinya kepada orang lain( seolah orang lain negative).
7.      Filsafat Hidup

Orang yang sehat melihat ke depan , didorong oleh tujuan dan rencana jangka panjang. Ia memiliki perasaan akan tujuan , perasaan akan tugas untuk berkerja sampai tuntas sebagai bantu sendi kehidupannya.



DAFTAR PUSTAKA
Dra. M. M. Nilam Widyarini, Msi.2009. kunci pengembangan diri.Jakarta: PT Elex media komputindo.
Calvin S. Hall dan Gardner Lindzey. 1993. Teori-Teori Psikodinamik (Klinis). Yogyakarta : Kanisius.
Diane E. Papalia, Sally Wendkos Olds,dan Ruth Duskin Feldman.2009. Human Development .jakarta : Salemba Humanika.




1 komentar:

  1. iiiiiiiwwwhhwoh..bagus banget sinar kata-katanya dan juga bermanfaat sekali bagi pembacanya , menambah wawasan sinar dan juga luar biasa sinar..

    suskes trus ya yaa sinar dlm karya tulismu

    JBu :)

    BalasHapus